Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Pasuruan ke 30 tahun 2022 dimulai

Pasuruan, LiputanhukumIndonesia.com –¬†Dimulainya MTQ di Kabupaten Pasuruan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Yudha Triwidya Sasongko, di Gedung Serbaguna, Jumat (18/11/2022) pagi.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan, Syaikhul Hadi menjelaskan, MTQ ke 30 digelar selama tiga hari berturut-turut. Yakni sejak 18-20 November 2022.

Total ada 460 khafillah yang akan mengikuti 24 jenis lomba. Dengan rincian 204 peserta laki-laki dan 256 khafillah perempuan.

“Banyak pesertanya yang perempuan ketimbang laki-laki. Dan jumlahnya lumayan banyak,” kata Syaikhul di sela-sela acara.

Dari banyaknya khafillah yang mengikuti MTQ, nantinya akan diambil yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Pasuruan di tingkat MTQ Jatim, bahkan sampai tingkat nasional.

Kata Syaikhul, beberapa cabang lomba menjadi andalan Kabupaten Pasuruan seperti Tafsir Bahasa Arab, Khifdzil Qur’an,¬† dan Qiroah Murottal Dewasa.

“Kabupaten Pasuruan kebetulan peringkat kesembilan di ajang MTQ Jatim beberapa tahun lalu. Insya Allah ada banyak yang akan membawa juara di tahun depan,” singkatnya.

Seperti diketahui, MTQ merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, nasional, bahkan internasional. Menurut Sekda Yusha, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu bacaan, pemahaman, serta pengamalan isi kandungan Alquran di kalangan umat Islam.

“Karena Al-Quran merupakan petunjuk dan pemandu hidup umat Islam di seluruh jagad raya,” pungkasnya.

Mewakili Bupati Irsyad Yusuf, Yudha mengharapkan pelaksanaan MTQ tersebut akan melahirkan para qori dan qoriah terbaik agar bisa memperkuat Kabupaten Pasuruan pada penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi yang akan datang

Yudha juga mengajak semua pihak untuk senantiasa memberikan perhatian serius terhadap pengembangan dan pemasyarakatan al-quran dalam kehidupan sehari-hari caranya dengan meningkatkan fungsi dan peranan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) baik tingkat kecamatan maupun kabupaten dalam menyusun program yang baik.

“Dengan demikian, para qari dan qariah bukan sekadar bisa membaca, namun juga dapat memahami serta mampu mengimplementasikan dan mengembangkannya melalui peningkatan kualitas peserta di masa-masa mendatang,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *